Kamis, 08 September 2016

Just Listen This

Ketika rindu itu menyiksa, dan si Melankolis menjadi lebay..
Just listen this.. Siapkan tisu sekotak, atau kain lap.
Cuma Melankolis yang ngerti kenapa harus siapkan tissu..

sedikit bocoran deh tentang lagu ini..

Jadikan adalah seseorang yang rindu sama seseorang, rindu kali kayaknya.
Dia pengen cerita tentang perjalannya yang berat, kayaknya cuma seseroang ini yang dinantikannya untuk mencurahkan semua keluh kesahnya.
Tapi sepertinya dia tidak akan bisa bertemu dengan seseorang ini.
Lalu menyanyilah dia, dibilangnya, " Bisakah kau buat aku berseri? kasi waktu aku sebentar bertemu, aku gak tau apa yang akan ku lakukan, mungkin cuma liat wajahmu dan merengkuhnya, itu aja pun dah senangnya aku.."

Ahh lanjut aja deh sendiri, aku agak susah translate nya.. :D :D
Happy Listening..


Beam Me Up (P!nk)
 https://www.youtube.com/watch?v=PFYm9LKsuUo


There's a whole another conversation going on
In a parallel universe.
Where nothing breaks and nothing hurts
There's a waltz playing frozen in time
Tiny blades of grass on bare feet
I look at you and you're looking at me.

Could you beam me up,
Give me a minute, I do not know what I'd say in it
I'd probably just stare, happy just to be there, holding your face
Beam me up,
Let me be lighter, I'm tired of being a fighter,
I think, a minute's enough,
Just beam me up.

Some black birds soaring in the sky,
Barely a breath like our last one say
Tell me that was you, saying goodbye,
There are times I feel the Shiver and cold,
It only happens when I'm on my own,
That's how you tell me, I'm not alone

Could you beam me up,
Give me a minute, I do not know what I'd say in it
I'd probably just stare, happy just to be there, holding your face
Beam me up,
Let me be lighter, I'm tired of being a fighter,
I think, a minute's enough,
Just beam me up.

In my head, I see your baby blues
I hear your voice and I, I break in two and now there's
One of me, with you

So when I need you can I send you a sign
I'll burn a candle and turn off the lights
I'll pick a star and watch you shine

Just beam me up,
Give me a minute, I do not know what I'd say in it
I'd probably just stare, happy just to be there, holding your face
Beam me up,
Let me be lighter, I'm tired of being a fighter,
I think, a minute's enough,
Beam me up
Beam me up
Beam me up
Could you beam me up.

 







Jumat, 26 Agustus 2016

Sang Waktu



Sang Waktu..
Waktu masih terus berjalan. Aku berada di sebuah penantian.
Menunggu untuk satu hal, dan mengejar hal lain saat menunggu.
Tak peduli seberapa baik aku menggunakannya, waktu akan terus bergerak maju.
Meninggalkan masa lalu dan menyambut masa depan.
Menunggu dan mengejar, waktu ini terlihat tenang dan terlihat sulit, tergantung apa yang ku lakukan.
Waktu memberikan harapan, waktu memudarkan impian, waktu mengukir penyesalan.

Waktu memberiku kesempatan. Tidak ada yang salah dengan kelemahan, kita terlahir dengan banyak kelemahan. Akan menjadi salah ketika kelemahan itu kita jadikan identitas “Ya aku memang lemah, jadi kenapa?”. Selalu ada kesempatan untuk tidak menjadi lemah. Aku berjuang

Waktu memberiku harapan. Aliran air sungai yang tenang bisa membuat batu besar menjadi kerikil dan menjadi pasir. Selalu ada waktu “setiap hari” dan terus menerus untuk berjuang menjadi lebih baik dari ini, lebih bijaksana. Keadaan takkan selalu sama. Aku berdoa

Apa yang ada padaku diseleksi oleh waktu. Datang, singgah dan berlalu. Pada akhirnya tinggallah aku sendiri bersama waktu. Saat itu aku berhenti. Membiarkan waktu menggilas seluruh yang kumiliki. Aku hanya ingin  diam dan sendiri. Merenungi dan melihat apa yang telah ku perbuat sejauh ini. Menangis meratapi kebodohan yang sudah kulakukan untuk menjemput kekuatan baru. Memeluk diriku sendiri. Meyakinkan diriku sendiri aku akan baik2 saja mengarungi waktu ini. Saat dimana aku berhasil memenangkan diriku, aku menjadi pribadi baru yang lebih kuat. Dan Aku berubah..

Senin, 13 Juni 2016

GELAS KACA

12 Juni 2016, menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi saya. Rasanya saya merasa begitu bersemangat dalam aktivitas saya. Hal itu dimulai saat kami mempersiapkan diri untuk menyambut ulang tahun gereja kami GKPS Padang Bulan yang ke 52 tahun. Dan saya telah ikut merayakannya sebanyak 6 kali. wiiihhh sudah lama ternyata.

Ada hal yang berbeda, tahun ini peran pemuda tidak begitu banyak. Ralat. Peranku yang tidak begitu banyak. Kalau biasanya dalam event besar seperti ini, saya selalu punya banyak hal untuk dilakukan. meskipun sebenarnya tidak harus saya lakukan. Saya memiliki kemampuan untuk bisa terlihat begitu sibuk. Namun hari itu, saya mendapatkan begitu banyak semangat. Tata Ibadah yang disusun begitu baik. Tim musik yang begitu bersemangat. Sampai pada kotbah yang sangat Luar Biasa bagi saya.

Bersyukur untuk Firman Tuhan yang dibawakan  Pdt. Jeddy Saragih, dengan waktu yang singkat mampu meninggalkan jejak mendalam dihatiku, yang sampai saat ini melayang-layang di kepalaku. Kotbah siang itu dari 2 Samuel 12 tentang bagaimana Daud ditegur oleh Nabi Natan dengan sebuah perumpamaan tentang si miskin yang punya satu ekor domba kesayangan, dengan si kaya yang punya banyak domba, namun meminta domba si miskin untuk disembelih untuk menjamu tamunya yang datang. si kaya merasa rugi kalau salah satu dari dombanya disembelih untuk menjamu tamunya.

saat Daud belum menyadari maksud perkataan Nabi Natan, dia sangat marah dan menyumpahi si kaya itu agar dihukum. Namun Nabi Natan mengatakan bahwa orang itu adalah Daud sendiri. Dimana ia telah berzinah dengan Betsyeba dan membunuh Uria suami Betsyeba agar Daud bisa mengambil Betsyeba sebagai istrinya. Nabi Natan mengatakan bahwa Tuhan pernah berjanji apapun yang kau minta akan diberikan kepadamu, minta saja. Namun Daud telah menghianati Allah dengan mencuri.

Hal terbaik yang dilakukan Daud saat diperingatkan oleh Nabi Natan adalah Ia mengakui kesalahannya dan memohon ampun. Mengapa itu merupakan hal terbaik? karena banyak manusia yang tidak bisa menyadari kesalahan yang diperbuatnya, meskipu manusia itu sudah diperingatkan. Namun Daud menyadari bahwa Allah lah yang telah membawa dia dari kesuksessan yang satu kepada kesuksesan yang lainnya, sehingga dia yang dulunya hanyalah seorang gembala domba, kini menjadi Raja Besar yang termashur namanya diseluruh bumi.

Daud sangat menyesal dan siap untuk menerima hukuman dari Tuhan. Namun apa yang dilakukan Tuhan? Tuhan telah mengampuninya, Daud tidak akan dihukum secara langsung olehnya. Anak hasil perzinahannya akan sakit dan mati. begitulah cara Tuhan menghukum Daud. Saya berfikir, bukankah hal itu sangat menyedihkan, melihat orang yang kita kasihi menderita atas kesalahan yang kita perbuat?
Dosa selalu membawa konsekuensi.

Hal paling membuatku berfikir keras adalah, ketika Bapak Pendeta menyambungkan tentang firman Tuhan dan Pesta Ulang Tahun gereja ini. Sebuah pertanyaan " Apa kado yang saudara berikan untuk Tuhan Yesus di hari ulang Tahun Gereja ke 52 ini?". Saya mulai berfikir, benar juga, pada umumnya ketika ada yang berulang tahun, pasti ada kado yang di berikan. satu pertanyaan ini membuat saya berfikir, apakah Tuhan mau kado? bukankah Tuhan punya semua yang ada dibumi ini? Lalu apa ya kado yang bisa saya berikan untuk Tuhan? 

Yang Ulang Tahun kan bangunan gerejanya. Panitianya hari itu sudah memberikan hadiah untuk gedung gerejanya, yaitu AC baru. (yeaiii) jadi ruangannya sudah adem sekarang. Namun Tuhan yang telah menjadi gembala selama 52 tahun digereja ini memang sudah seharusnya mendapatkan Kado. yah.. Apakah Tuhan sudah mendapatkan kado pada ulang tahun sebelumnya? yahh saya merasa bodoh saudara. dan malu. Saya merayakan ulang Tahun gereja ini sebanyak 6 kali, namun baru memikirkan kado untuk Tuhan kali ini.
kemana saya sebelumnya ya? kok gak kepikiran?

Ditengah pikirn-pikiran saya yang ruwet, Bapak Pendeta akhirnya membantu saya menemukan jalan keluar. (Yeaaaiii) beliau mengatakan bahwa kado terbaik yang bisa kita berikan kepada Tuhan adalah "Segala sesuatu yang telah kau rusak dalam hidupmu". WHAATTT?? aku ternganga. Kado apaan itu? Setahuku yang namanya kado itu pasti bagus, menyenangkan, memberikan kejutan. Dan ini?? apaan?? Segala yang sudah kurusak?? (Speachless saya). Itu bukan Tuhan yang dapat Kado, tapi saya. Kan saya yang enak.

Namun saya berusaha memahami maksud Bapak Pendeta ini. Saya ingat kembali kisah Daud. Dia melakukan hal  yang terbaik saat ditegur Nabi Natan, yaitu mengakui kesalahannya. Lalu saya terdiam. Otak dan hati saya beku dan mengilu. seluruh panca indera saya seakan teriak dan sepakat bahwa saya belum mengambil bagian yang terbaik seperti yang dilakukan Daud. Ya, ya, saya malu lagi. Saya menyadari kenapa "Segala yang hancur itu" menjadi Kado yang Tuhan inginkan?? 
Karena tidak semua mau menyerahkannnya kepada Tuhan untuk dibaharui. diperbaiki kembali. Termasuk saya, saya nyaman dengan kepingan-kepingan yang saya hancurkan ini. berusaha menanggungnya sendiri karena saya pikir tidak akan ada yang mengerti tentang kerusakan yang saya rasakan. yah.. Saya tidak memilih bagian yang terbaik seperti yang Daud lakukan. "Segala yang hancur masih tersimpan dalam hidup saya, belum berani untuk memberikannya kepada Tuhan, karena saya pikir ini sesuatu yang mengerikan. Saya sukai.

Namun Firman Tuhan hari ini sungguh mengubah pandangan saya tentang "Kehancuran" yang ada pada saya. yang saya anggap sebagai suatu aib, dan seharusnya disimpan serapat mungkin ternyata itulah yang menjadi kado Terindah bagi Tuhan.
Kesimpulan ini membuat saya menangis terharu. saya berusaha menahan air mata dan air hidung saya saat ibadah semalam. Malu kalau-kalau ada yang melihat.

Sungguh moment yang jarang sekali aku dapatkan. Pesta kali ini benar menggema dihatiku, bukan karna kemeriahannya, bukan karna enak-enak makanannya, bukan karna semua orang pakai baju cantik atau hadiah-hadiah lucky draw nya. (btw aku pengen TV tapi yang dapat kak Lesrin hehehe). Tapi sukacitaku hari ini karena satu lagi pemikiran primitifku diubahkan oleh Firman Tuhan. Bagaiman perasaan saya saat ini? Saya sungguh malu, Saya sungguh lega. Ternyata ini sungguh diluar dugaan saya. yahh Kemana saya selama ini?

Kisah ini belum berakhir. Satu moment indah lagi yang ingin kuceritakan adalah saat kami para Pemuda kebersihan gereja karena jam 6 sore gereja akan dipakai lagi untuk ibadah sore. Saat menyapu, kami menemukan sebuah gelas diantara kursi jemaat. (ckckckck Jemaat meninggalkannya lagi di dalam gereja). Gelas kaca ini sempat tersapu hingga menimbulkan suara gaduh. Kami khawatir kalau gelas ini pecah tapi ternyata tidak, kami segera membawanya ke tempat penyucian gelas. Spontan saya berkata kepada kak Eka, " Kak Eka, Gelas cuma punya kesempatan satu kali untuk pecah, setelah itu dia gak akan berguna lagi". Setelah mengucapkannya saya berfikir itu kata-katanya berantakan. Namun benar. Gelas kaca yang sudah pecah pasti tidak akan bisa digunakan lagi untuk menyedu teh, kopi dan yang lainnya.

Lalu aku teringat kembali tentang segala yang "Rusak". Saya bersyukur karena tidak terbuat dari kaca. Karena kalo demikian, pasti saya tidak akan punya kesempatan kedua untuk kembali seperti semula. Beruntung karena saya masih bisa memilih, membuat pilihan terbaik untuk hidup saya. 

Ketika saya menulis hal ini, menyadari banyak hal dalam hidup saya yang telah saya rusak.  Dengan keegoisan, dengan keinginan-keinginan. (Saya pernah menobatkan diri sebagai The Trouble Maker, bisa bayangkan itu kesombongan level berapa?). Dan sebagai saksi yang masih hidup, saya menyadari bahwa memulihkan bukan hal yang mudah, saya sendiri selalu jatuh dan bangun dan jatuh dan bangun lagi, kadang kecapean, lalu jatuh lagi. (cape deh..)

Namun hal baru yang bisa saya dapatkan hari itu adalah, kerusakan membutuhkan perbaikan, Tuhan bisa memperbaikinya, segala sesuatu yang kita rusak dan tidak bisa kita perbaiki. yaa Tuhan bisa memperbaikinya, bagi Tuhan itu Kado yang didambakannya dari kita. yaahhh kemana saya selama ini? 




My First Story

Sudah lama, dan kini saya mengumpulkan inspirasi untuk membuat tulisan kembali.
ini bukan blog pertamaku, aku pernah menulis di blog lain dan segera melupakanya saat tidak mendapatkan inspirasi. berhubung karna daya ingat saya mulai menurun, saya lupa alamat blog dan password saya.
Tahun lalu, dengan hasil THR saya yang pertama.(Asyikkk) saya membeli sebuah ponsel pintar pertama saya.

Untuk menentukan pilihan di Ponsel ini, saya telah survei ke berbagai tempat. Karena saya ingin ponsel yang sesuai kebutuhan saya dan yang paling penting harganya pas dikantong saya. hehe. untuk masalah model dan kecanggihan, mungkin tidak terlalu penting bagi saya.

Saat pertama kali saya menggunakannya, saya diminta untuk mendaftarkan email yang akan menjadi pusat dari segala informasi kegiatan saya di dunia maya ini. Awalnya saya hanya membuat kekedarnya, membuat beberapa aplikasi media sosial atas nama saya menggunakan alamat email ini, dengan password yang berbeda setiap akunnya. dengan langkah semudah itu, kini saya sudah punya Aplikasi BBM, LINE, Whatsapp, Instagram bahkan sampai game yang saya download meminta alamat email sebagai syarat membuat akun. Saya senang kini punya banyak aplikasi kekinian, dan sangat mudah untuk mengaksesnya.Jadilah saya anak kekinian.

Enam bulan berlalu, ada masalah dengan Ponsel pintar saya, dia mulai demam dan panas saat digunakan. Atas saran "dokternya", Ponsel saya harus di setel ulang ke pengaturan pabrik. artinya,semua aplikasi yang saya download harus di hapus, ponsel saya akan dikembalikan seperi semula saya membelinya. No aplikasi.
berutungnya Ponsel saya masih dalam masa garansi, sehingga saya denag bebas mengklaim garansinya tanpa harus mengeluarkan biaya.

Sebulan berlalu, tanpa kehadiran ponsel saya, akhirnya dia kembali. Saya sungguh senang dan tak sabaran ingin membuka aplikasi yang telah di nonaktifkan selama sebulan. Setelah saya aktifkan Ponselnya dan mulai mendownload aplikasi yang telah di uninstall.

Nah, coba tebak apa yang terjadi kemudian?
Saya lupa semua sandi saya saudara. Khususnya BBM. sama sekali saya lupa. setelah berjuang untuk mengingat, menggalau dan tidak nafsu makan, akhirnya saya memutuskan untuk menyeragamkan seluruh emal dan sandi saya. karena saya paham betul kekurangan saya. Pelupa. Hehehe

Saya butuh waktu seharian untuk memperbaiki email saya, termasuk mencek semua aku palsu yang pernah saya buat. saya sadar kepecicilan saya dahulu kala membuat saya bingung sekarang, begitu banyak email atas nama saya, ckckckck. Saya memnulai petualangan saya, berusaha mencari semua alamat email yang pernah saya buat, dan mengikuti prosedur untuk menghapus akun palsu yang tidak saya pakai lagi. sebenarnya akun palsu ini tidak mengganggu saya. Saya hanya berfikir email itu menjadi sampah di dunia maya ini. Saya hanya teringat pesan guru saya sewaktu SD, buanglah sampah pada tempatnya. Dan menyukai cara Mamak saya dalam memberantas sampah yaitu dibakar agak tidak menyemak lagi wujjudnya.

Beberapa hal yang bisa saya pelajari saat menulis blog ini adalah:
1. Beli ponsel pake duit sendiri itu membanggakan. meskipun tidak terlalu keren dan harganya murah.
2. Beli ponsel yang ada garansinya.
3. Buatlah 1 email dengan sandi yang mudah diingat. Ini tips buat yang pelupa.
4. Jika Anda punya banyak emamil yang tidak dipakai lagi, hapus saja. Pakai yang perlu saja.
5. Buanglah sampah pada tempatnya
6. Niat awal penulis sih bukan mau curhat tentang email. tapi sudah terlanjur.
hehehehe

Nantikan ya blog saya berikutnya. Akan terbit, mudah-mudahan hari ini..
hahahaha 

My Angkot My Adventure (Hal Kecil)

Pagi ini berjalan dengan sangat biasa. Bangun, bersiap-siap, berangkat.  Tak sampe 1 menit menunggu disimpang, angkot 10 datang. langsung s...