Jumat, 07 April 2017

Depresi

Tulisan ini diinspirasi oleh sesi curhat dengan Maria alias Mak Ria yang baru-baru ini di nobatkan sebagai Mrs. Tumpeng. Dia belum menikah, hanya saja ada sapaan khusus yang disematkan padanya Karena keahliannya dalam memasak. Harus ku akui, masakannya enak-enak dan artistik. Aku juga baru paham bahwa makanan punya sentuhan seni setelah melihat hasil karyanya. Sungguh . sungguh terlalu.. *apaansihh *abaikan

Yaahh, kemarin memang bukan seperti malam yang biasa. Biasanya si Edak ini balik ke Medan pada Weekend atau libur. Tugas dan tanggungjawabnya sebagai Pengurus Pemuda Resort Polonia membawanya jauh dari Pakam ke Medan untuk latihan partonggoan. Padahal sore ke malam hujan gak berhenti. Ya semangat kali memang si edak ini.

Setelah sibuk diluar sana, akhirnya kami bertemu dikostan. Sudah hampir larut malam. Tapi kami sama-sama gak ngantuk. akhirnya kami ngobrol, mencari inspirasi juga untuk pertanyaan games yang akan dimainkan di partonggoan besok. Kami mulai mengingat hal kecil  yang pernah terlintas dikepala, mungkin ilmu yang didapat di sekolah minggu dan remaja kala itu. Mulai  dari Kampung halaman Abraham dimana, siapa nama lain Daniel, nama-nama sungai di taman Eden, tokoh perempuan di alkitab yang menjadi hakim, (bocoran soal hehehe) hingga saat kami mengingat tentang seorang nabi Tuhan yang pernah dipelihara Tuhan karena ia mengalami depresi.

Karena penasaran kami pun mencari tentang nabi itu. Yang ternyata adalah Nabi Elia, kisahnya dituliskan dalam  1 Raja-raja. Dikisahkan kalo Nabi Elia ini depresi guys. karna memang sudah lama sekali, bahkan aku gak ingat kapan baca kisah ini, aku pun membacanya lagi. Begini ceritanya.

Nabi Elia itu, Nabi yang diutus Tuhan kepada bangsa Israel. Raja Ahab yang berkuasa saat itu bukanlah raja yang mengasihi Allah. Dengan pengaruh istrinya Izebel putri dari Raja Ethbal yaitu imam besar Dewa Baal, Raja Ahab mendirikan banyak mezbah di Samaria dan mempengaruhi rakyatnya untuk menyembah Dewa Baal tersebut. Dan Allah sangat marah dan sedih dengan penghianatan Raja Ahab ini. Namun Tuhan dalam kemurahanNyatidak membiarkan bangsa itu mengalami kehancuran dan kebinasaan, dan Ia mengutus Nabinya Elia, yang terkenal paling kuat dan berkuasa untuk mengembalikan hati bangsa itu kepada Tuhan

Di 1 Raj. 18:20-56 Nabi Elia menantang para Nabi Baal untk mempersembahkan korban bakaran untuk membuktikan Allah siapa yang hidup dan dapa menerima korban bakaran tersebut. Disana Nabi Elia membuktikan bahwa Allah Abraham, Isak dan Israel adalah Allah yang hidup, kemudian Nabi Elia membunuh semua Nabi Baal tersebut dengan pedang. (Ngerriii ndak??)

Tapi di 1 Raj, 19:1-18, Nabi Elia malah ketakutan karena ancaman sama Ratu Izebel untuk membunuhnya, ia pun pergi menyelamatkan diri. Dipelariannya Nabi Elia malah merasa gagal karena tidak melakukan pelayannya sampai akhir. Hal ini membuat dia frustrasi dan depresi, sampai –sampai ingin mati saja. (1 Raj. 19:5). Seorang Nabi juga bisa depresi..


Depresi adalah suatu keadaan jiwa yang tertekan oleh suatu masalah atau problem yang sedang dihadapi, sehingga menjadi sulit berkomunikasi, sedih, menyendiri, masih banyak lagi lah pokoknya gejala yang bisa kita lihat dari orang sekitar kita. Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan dengan orang di sekitar kita. Bahkan untuk depresi yang berat, bisa berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.

Perbincangan panjang kami dibanyak kesempatan membuat kami berfikir kalo kami sedang depresi. Depresi ringan. Wuuahhhhh. Diperhadapkan dengan masalah, punya kegagalan, punya ketakutan, punya rasa kecewa, yang rasanya datang keroyokan, *Lebay Satu sisi kami bersyukur dalam kondisi demikian pun, kami masih bisa cerita, sesama orang depresi juga bisa saling menolong. Hehehe. Bersyukur juga untuk beberapa buku yang pernah kami baca menjadi penolong bagi kami mendapatkan semangat untuk tidak terlarut dalam permaslahan itu. Tentunya dukungan orang disekeliling kami juga berperan memnyemangati kani untuk bisa memenangkan diri. Membangun mimpi, dan merencanakan semua dari awal bersama Tuhan.

Mengapa dengan Tuhan?
Karena Tuhan mengasihi dan peduli pada Elia. Ia tidak mencabut nyawanya tapi memberikan pertolongan!
1.      Ia memberikan istirahat makan dan minum kepada Elia (1 Raj.19:5-8). Kebutuhan fisiknya diperhatikan.
2.      Setelah Elia lebih kuat secara fisik. Tuhan bertanya kepada Elia, “Apap kerjamu disini, Hai Elia?” (1 Raj. 19:9,13) Dengan itu Tuhan menyadarkan Elia akan tugas dan panggilannya semula.
3.    Tuhan memberikan tugas baru kepada Elia untuk mengurapi tida orang , yaitu Hazael menjadi Raja Aram. Yehu menjadi Raja Israel, dan Elisa sebagai penggantinya menjadi Nabi (1 Raj.19:15-16). Selain melayani. Elia juga harus mempersiapkan pengganti yang akan meneruskan elayanannya. Visi dan Misi semakin diperjelas.
4.      Tuhan memberitahu Elia bahwa 7000 orang tetap setia kepada Tuhan (1Raj. 19:18) Tuhan meneguhkan hati Elia bahwa ia tidak sendiri.

So sweet kan?
Jika Tuhan peduli pada Elia, maka Tuhan juga peduli pada kita. Beberapa waktu lalu saat aku sharing dengan abang dan kakakan di gereja juga mendapat pesan seperti ini. Jangan takut dengan masa depanmu. Karena di dalam Tuhan, masa depanyag terbaik akan diberikan bagimu. Tuhan itu baik. Sungguh teramat baik. (Sungguh terlalu.. J )
Dan kehadiran mereka disekitarku yang meneguhkan hatiku, bahwa aku tidak sendiri.
Apalah yang dibutuhkan oeh seorang yang mengalami depresi selain Tuhan dan sahabat yang peduli? Tidak ada, itu saja cukup.
Certa kami berakhir saat Kak Null sudah gelisah dalam tidurnya. Erusik dengan suara kami yang berisik. Ternyata sudah jam setengah 2 pagi.. Saatnya tidur.

Foto ini merupakan hasil seleksi ketat.
soalnya gak ada foto yang lebih bagus..
wkwkwkwk


Lets Sing:
Bersukacitalah di dalam Tuhan, 
Ucapkan syukur dalam stiap keadaan
Jangan risaukan soal apapun jua,
Nyatakan permohonanmu di dalam Doa
Kemanapun ka melangkah Haleluya
Nyanyikan kidung yang indah, Haleluya
Terangi dunia dengan cinta kasih murni
Bersukacitalah senantiasa..



My Angkot My Adventure (Hal Kecil)

Pagi ini berjalan dengan sangat biasa. Bangun, bersiap-siap, berangkat.  Tak sampe 1 menit menunggu disimpang, angkot 10 datang. langsung s...