Tulisan
ini diinspirasi oleh sesi curhat dengan Maria alias Mak
Ria yang baru-baru ini di nobatkan sebagai Mrs. Tumpeng. Dia belum menikah,
hanya saja ada sapaan khusus yang disematkan padanya Karena keahliannya dalam
memasak. Harus ku akui, masakannya enak-enak dan artistik. Aku juga baru paham
bahwa makanan punya sentuhan seni setelah melihat hasil karyanya. Sungguh .
sungguh terlalu.. *apaansihh *abaikan
Yaahh,
kemarin memang bukan seperti malam yang biasa. Biasanya si Edak ini balik ke Medan
pada Weekend atau libur. Tugas dan tanggungjawabnya sebagai Pengurus Pemuda
Resort Polonia membawanya jauh dari Pakam ke Medan untuk latihan partonggoan.
Padahal sore ke malam hujan gak berhenti. Ya semangat kali memang si edak ini.
Setelah
sibuk diluar sana, akhirnya kami bertemu dikostan. Sudah hampir larut malam.
Tapi kami sama-sama gak ngantuk. akhirnya kami ngobrol, mencari inspirasi juga
untuk pertanyaan games yang akan dimainkan di partonggoan besok. Kami mulai
mengingat hal kecil yang pernah terlintas
dikepala, mungkin ilmu yang didapat di sekolah minggu dan remaja kala itu.
Mulai dari Kampung halaman Abraham
dimana, siapa nama lain Daniel, nama-nama sungai di taman Eden, tokoh perempuan
di alkitab yang menjadi hakim, (bocoran soal hehehe) hingga saat kami mengingat
tentang seorang nabi Tuhan yang pernah dipelihara Tuhan karena ia mengalami depresi.
Karena
penasaran kami pun mencari tentang nabi itu. Yang ternyata adalah Nabi Elia, kisahnya
dituliskan dalam 1 Raja-raja. Dikisahkan
kalo Nabi Elia ini depresi guys. karna memang sudah lama sekali, bahkan aku gak
ingat kapan baca kisah ini, aku pun membacanya lagi. Begini ceritanya.
Nabi
Elia itu, Nabi yang diutus Tuhan kepada bangsa Israel. Raja Ahab yang berkuasa
saat itu bukanlah raja yang mengasihi Allah. Dengan pengaruh istrinya Izebel
putri dari Raja Ethbal yaitu imam besar Dewa Baal, Raja Ahab mendirikan banyak mezbah
di Samaria dan mempengaruhi rakyatnya untuk menyembah Dewa Baal tersebut. Dan
Allah sangat marah dan sedih dengan penghianatan Raja Ahab ini. Namun Tuhan
dalam kemurahanNyatidak membiarkan bangsa itu mengalami kehancuran dan
kebinasaan, dan Ia mengutus Nabinya Elia, yang terkenal paling kuat dan
berkuasa untuk mengembalikan hati bangsa itu kepada Tuhan
Di
1 Raj. 18:20-56 Nabi Elia menantang para Nabi Baal untk mempersembahkan korban
bakaran untuk membuktikan Allah siapa yang hidup dan dapa menerima korban
bakaran tersebut. Disana Nabi Elia membuktikan bahwa Allah Abraham, Isak dan
Israel adalah Allah yang hidup, kemudian Nabi Elia membunuh semua Nabi Baal
tersebut dengan pedang. (Ngerriii ndak??)
Tapi
di 1 Raj, 19:1-18, Nabi Elia malah ketakutan karena ancaman sama Ratu Izebel
untuk membunuhnya, ia pun pergi menyelamatkan diri. Dipelariannya Nabi Elia
malah merasa gagal karena tidak melakukan pelayannya sampai akhir. Hal ini
membuat dia frustrasi dan depresi, sampai –sampai ingin mati saja. (1 Raj.
19:5). Seorang Nabi juga bisa depresi..
Depresi
adalah suatu keadaan jiwa yang tertekan oleh suatu masalah atau problem yang
sedang dihadapi, sehingga menjadi sulit berkomunikasi, sedih, menyendiri, masih
banyak lagi lah pokoknya gejala yang bisa kita lihat dari orang sekitar kita.
Tanpa penanganan dan pengobatan yang tepat, depresi bisa mengganggu hubungan
dengan orang di sekitar kita. Bahkan untuk depresi yang berat, bisa berakibat
pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri.
Perbincangan
panjang kami dibanyak kesempatan membuat kami berfikir kalo kami sedang
depresi. Depresi ringan. Wuuahhhhh. Diperhadapkan dengan masalah, punya
kegagalan, punya ketakutan, punya rasa kecewa, yang rasanya datang keroyokan, *Lebay Satu sisi kami bersyukur dalam kondisi
demikian pun, kami masih bisa cerita, sesama orang depresi juga bisa saling
menolong. Hehehe. Bersyukur juga untuk beberapa buku yang pernah kami baca
menjadi penolong bagi kami mendapatkan semangat untuk tidak terlarut dalam
permaslahan itu. Tentunya dukungan orang disekeliling kami juga berperan
memnyemangati kani untuk bisa memenangkan diri. Membangun mimpi, dan
merencanakan semua dari awal bersama Tuhan.
Mengapa
dengan Tuhan?
Karena
Tuhan mengasihi dan peduli pada Elia. Ia tidak mencabut nyawanya tapi
memberikan pertolongan!
1. Ia
memberikan istirahat makan dan minum kepada Elia (1 Raj.19:5-8). Kebutuhan
fisiknya diperhatikan.
2. Setelah
Elia lebih kuat secara fisik. Tuhan bertanya kepada Elia, “Apap kerjamu
disini, Hai Elia?” (1 Raj. 19:9,13) Dengan itu Tuhan menyadarkan Elia akan
tugas dan panggilannya semula.
3. Tuhan
memberikan tugas baru kepada Elia untuk mengurapi tida orang , yaitu Hazael
menjadi Raja Aram. Yehu menjadi Raja Israel, dan Elisa sebagai penggantinya
menjadi Nabi (1 Raj.19:15-16). Selain melayani. Elia juga harus mempersiapkan
pengganti yang akan meneruskan elayanannya. Visi dan Misi semakin diperjelas.
4. Tuhan
memberitahu Elia bahwa 7000 orang tetap setia kepada Tuhan (1Raj. 19:18) Tuhan
meneguhkan hati Elia bahwa ia tidak sendiri.
So
sweet kan?
Jika
Tuhan peduli pada Elia, maka Tuhan juga peduli pada kita. Beberapa waktu lalu
saat aku sharing dengan abang dan kakakan di gereja juga mendapat pesan seperti
ini. Jangan takut dengan masa depanmu. Karena di dalam Tuhan, masa depanyag
terbaik akan diberikan bagimu. Tuhan itu baik. Sungguh teramat baik. (Sungguh terlalu.. J )
Dan
kehadiran mereka disekitarku yang meneguhkan hatiku, bahwa aku tidak sendiri.
Apalah
yang dibutuhkan oeh seorang yang mengalami depresi selain Tuhan dan sahabat
yang peduli? Tidak ada, itu saja cukup.
| Foto ini merupakan hasil seleksi ketat. soalnya gak ada foto yang lebih bagus.. wkwkwkwk |
Lets Sing:
Bersukacitalah di dalam Tuhan,
Ucapkan syukur dalam stiap keadaan
Jangan risaukan soal apapun jua,
Nyatakan permohonanmu di dalam Doa
Kemanapun ka melangkah Haleluya
Nyanyikan kidung yang indah, Haleluya
Terangi dunia dengan cinta kasih murni
Bersukacitalah senantiasa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar