Aku menatap kosong. Aku hanya
ingin menatap karena mataku tidak bisa tertidur. Aku takut menutup mataku,
karena saat menutup mata, pikiranku berusaha mengingat apa saja, mencerna apa
saja, termasuk hal buruk yang tidak pernah terjadi. Dia mencerna segalanya. itu
membuatku tidak tenang. Namun, saat aku menatap kosong, hatiku yang perih.
Kesedihan menyeruak didalamnya. Tidak ada keringanan. Tidak ada rasa bahagia
yang terlintas. Entah kemana semua itu pergi.
Aku hanya ingin menatap
kekosongan. Bahkan aku tidak tahu untuk berapa lama. Mungkin sampai seseorang
datang dan membuatku tidak nyaman. Atau mungkin sampai aku merasa lapar. Kenyataannya adalah aku bahkan tidak
peduli jika aku lapar, aku belum mandi, bau makanan busuk di piring minggu lalu
masih tergeletak dilantai kamarku. Badanku gatal, ketombe di kepalaku sudah
menumpuk, atau kecoak bintang paling ku benci sekalipun lewat dihadapanku aku
tidak peduli.
Aku ingin menikmati kesedihan
ini. Menatap kosong atas setiap harapan yang tiba-tba hilang. Sukacita yang
lenyap mendadak. Dan ketidakmampuanku mencerna dan menerima semua yang terjadi.
Tidak mungkin. Tidak mungkin. Terkadang aku menangis saat sakit didalam hatiku
terasa begitu ngilu, dan menyayat. Terkadang aku memeluk kakiku yang mendekap
dadaku untuk menghilangkan rasa sakitnya. Merapatkan gigiku, supaya aku tidak
berteriak. Atau membenamkan mulutku ke bantal. Air mataku membasahinya lagi.
Saat rasa sakitnya mulai mereda,
aku tertidur. Lalu terbangun karena sakit yang sama, bebrapa jam kemudian. Otomatis
aku membekap mulutku. Kali ini ke boneka di sebelahku. Aku kembali menangis dan
berusaha meredakan rasa sakitnya. Lalu menatap kosong. Tidak ada senandung,
yang biasanya kudendangkan sambil aku menangis. sebelumnya aku bisa
mengatasinya dengan baik, kali ini tidak lagi. tidak ada playlist lagu
kesukaanku yang terlintas dikepalaku saat ini. Tak satupun ingin ku lalukan
selain menatap kosong. Aku tidak ingin
melakukan apapun. Termasuk bernyanyi.
Layar Smartphone ku menyala, aku
melihat foto wanita paruh baya disana. Mama Calling.. aku hanya menatapnya. Tak
ada keinginan untuk menerima panggilan Mamakku. Seakan itu hanya sesuatu yang
biasanya terjadi. Seperti lampu yang tetap menyala, seperti jarum yang terus
berdetak, seperti suara kendaraan yang lalu lalang diluarsana. Itu yang
seharusnya terjadi, dan aku tak perlu berbuat apapun. Hanya menikmatinya. Layar
itu mati. Lalu menyala kembali dengan foto dan tulisan yang sama. Entah sudah
berapa kali. Aku menglihkan pandanganku ke pintu lalu menatap kosong lagi. aku
takut menutup mataku.
*****
Aku mendengar pintu diketuk. Aku
tahu siapa itu. dia memanggil namaku. Nada khawatir. Aku tidak ingin beranjak.
Aku baru saja bangun dari tidur nyenyak. Dia masih mengetuk pintu. Pelan dan
kali ini suaranya muncul dari tenggorokannya. Aku yakin dia menangis. aku masih
tidak ingin beranjak dari tempatku. Mungkin dia khawatir, atau dia mengira aku
sudah mati disini. Aku bergerak, melihat sebuah buku. Mengambil dan melemparnya ke tembok. Dia
berhenti menangis. lalu aku menutup kepalaku dengan bantal. Aku tidak ingin
mendengar apapun.
Aku ingin tidur. Lalu aku merasa
sangat ringan dan tenang. Aku berada di sebuah lapangan berumput hijau. Padang
yang tumbuh menandakan tempat ini jarang dilalui orang. Aku berjalan berlari melompat-lompat
kesana-kemari. Kadang berguling dan meniru gerakan beladiri yang pernah ku
lihat di film action kesukaanku. Terasa begitu menyenangkan. Mataharinya juga
begitu hangat. Tidak terik. Sepertinya ini pagi hari. Semua masih sejuk terasa
disini. Aku menghirup udara dalam dalam, mensuplai udara segar kedalam
paru-paruku yang terasa makin mengcil. Namun terasa sakit. Seperti udara itu
menyentuh bagian bagian yang luka di dalamnya. Aku mendekap dadaku yang terasa
sakit didalamnya.
Setiap perasaan itu muncul,
airmataku selalu mengalir. Otomatis. Dan tiba-tiba kesedihan itu kembali
menyeruak. Langit menjadi hitam, angin kencang mengalihkan fokusku dari rasa
sakit yang kurasakan tadi. Aku menatap kelangit yang menghitam itu. pekat
sekali, dan itu tidak biasanya. Aku mulai ketakutan. Tentang apa yang akan
terjadi. Gigiku gemetaran. Seluruh badanku bergetar hebat, dan kaku. Aku tidak
akan mampu berlari menghindari badai ini. Aku sangat yakin kalau aku akan mati
disini. Tidak ada yang bisa kulakukan, aku tidak akan selamat.
Lalu aku terduduk di tempat aku
berdiri. Ini tidak lagi dipadang. Tanganku menyentuh pasir. Saat mengangkatnya,
butiran pasir menempel, dtanganku. Aku mengalihkan perhatianku lagi sampai aku
menyadari, langit sudah tidak sepekat tadi. Embun sudah mulai berganti warna
sepertinya ini sudah senja. Matahari tampak cantik setengahnya seperti sudah
ditelan oleh air di pantai ini. Seperti pemandangan di internet. Aku pernah
melihatnya. Aku menyaksikan sampai matahari tak tampak lagi. warna jingga dilangit
membuat hatikuterasa hangat. Hingga dilangit yang bersih, satu persatu bintang
mulai bermunculan.berkelap kelip. Beberapa rasi bintang, aku bisa melihatnya.
Embun embun tipis menghiasi langit itu. seperti lukisan. Aku juga pernah
melihatnya entah dimana. Sungguh indah.
aku menatapnya sampai tertidur.
Dinginnya hembusan angin terasa dikulitku. Aku sedikit kedinginan. Tapi segera
sebuah selimut membungkus badanku yang meringkuk. Ini bukan pasir. Ini kasur.
Dan aku merasa sangat nyaman disini. Aku mulai tersenyum. Aku menutup mataku.
Sebuah lagu seperti dinyanyikan menghantar tidurku. Sebuah lagu cinta, sebuah
lagu tentang penyertaan yang tiada akhir. Sebuah lagu yang berisi janji akan
selalu ada hari yang lebih baik. Semua baik.
STILL
Hide me now, Under Your
wings
Cover me, Within Your mighty hand
Cover me, Within Your mighty hand
When the oceans rise and
thunders roar
I will soar with you above the storm
Father, You are King over the flood
I will be still and know You are God
I will soar with you above the storm
Father, You are King over the flood
I will be still and know You are God
Find rest my soul, In
Christ alone
Know His power. In quietness and trust
https://www.youtube.com/watch?v=C-8TD0HaLfg
Know His power. In quietness and trust
https://www.youtube.com/watch?v=C-8TD0HaLfg